Arsip Blog

Selasa, 04 Maret 2014

LOYALITAS

Loyalitas berasal dari kata dasar “loyal” yang berarti setia atau patuh, loyalitas berarti mengikuti dengan patuh dan setia terhadap seseorang atau system/peraturan. Istilah loyalitas ini sering didefinisikan bahwa seseorang akan disebut loyal atau memiliki loyalitas yang tinggi jika mau mengikuti apa yang diperintahkan.
Perusahaan atau pengusaha mengartikan loyalitas adalah suatu kesetiaan karyawannya kepada perusahaannya.
 Dalam perkembangannya, arti kata loyalitas sering dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memanfaatkan karyawan semaksimal mungkin tanpa memperhatikan kebutuhan karyawannya.
Perusahaan atau pengusaha melakukannya karena meyakini bahwa karyawan tidak memiliki posisi tawar yang seimbang. Dalam hal ini, perusahaan atau pengusaha tadi menganggap hubungannya dengan karyawan tidak sebagai partner, tetapi sebagai majikan dan pegawai, yang memberi upah dan yang meminta upah. Sebuah paradigma yang masih tersisa dari era perbudakan.

loyalitas kepada perusahaan sebagai sikap, yaitu sejauh mana seseorang karyawan mengidentifikasikan tempat kerjanya yang ditunjukan dengan keinginan untuk bekerja dan berusaha sebaik-baiknya dan kedua, loyalitas terhadap perusahaan sebagai perilaku, yaitu proses dimana seseorang karyawan mengambil keputusan pasti untuk tidak keluar dari perusahaan apabila tidak membuat kesalahan yang ekstrim.

I WORK FOR THE MONEY!!!
IF YOU WONT LOYALTY,,,,,
GET A DOG!!!

Senin, 03 Maret 2014

KELUARGA DAN PEKERJAAN - mana yang lebih penting

Saya yakin suatu saat mungkin anda pernah mengalami hal ini, situasi dimana pekerjaan menuntut konsenterasi yang sudah pasti akan menyita waktu anda, sementara disisi lain, istri anda dan anak anda merasa kurang mendapatkan perhatian dari anda.

Padahal, anda sibuk seharian, memang dengan tujuan untuk kebaikan dan kebahagian keluarga bukan ? Ya. Kenyataannya sifat dasar manusia memang memiliki kebutuhan untuk selalu diperhatikan, dan membutuhkan tempat untuk bisa saling berkomunikasi secara rutin setiap saat, selain tentu saja kebutuhan utama berupa materi untuk memnuhi pangan, sandang, dan papan.  Dan tentu saja sebagai kepala rumah tangga anda harus memperhatikan keseimbangan dari semua aspek kebutuhan normal istri dan anak anda. 

Jangan sampai kerja keras anda untuk memenuhi aspek materi, mengorbankan aspek komunikasi dan perhatian terhadap keluarga.
Untuk itu, berikut 7 langkah yang dapat anda lakukan untung menjaga keseimbangan keluarga anda, yaitu :

 

  1. Bekerjalah dengan lebih efektif dan efisien. Buatlah target kerja tahunan, bulanan, sampai harian, sehingga apa yang akan anda kerjakan esok, sudah terprogram dengan baik dan bisa lebih fokus, sehingga tidak ada waktu yang terbuang percuma.

 
2. Biasakan memulai hari lebih awal dengan melakukan aktivitas bersama dengan keluarga, sebelum berangkat kerja. Seperti beribadah, berolahraga, sarapan, dll


3. Jangan abaikan untuk menjawab telpon dan sms keluarga di jam kerja anda
 

4. Jangan membawa pekerjaan kantor dan permasalahannya ke rumah
 

5. Saat anda pulang kerja, selalu minta si kecil untuk menceritakan aktivitasnya sepanjang hari.
 

6. Berikanlah perhatian khusus kepada pasangan anda,  dengan berdiskusi secara  ringan dan santai, seperti menceritakan kejadian kecil di kantor, atau atau hal lucu lainnya, lalu mintalah tanggapan atau saran dari pasangan anda.
 

7. Usahakanlah agar hari Sabtu dan Minggu, dapat meluangkan waktu maksimal bagi keluarga

 
Pembaca, semoga dengan menerapkan 7 langkah tersebut, anda menjadi pribadi yang selalu ditunggu kehadirannya oleh si kecil dan psangan anda, sehingga kedekatan dan keharmonisan keluarga anda akan tetap terjada walaupun, anda memiliki jadwal kerja yang padat. Ingatlah selalu, bahwa kesuksesan dalam karir seseorang berawal dari kesuksesan sebuah keluarga.

Minggu, 02 Maret 2014

JAMSOSTEK Vs BPJS

     Perseroan Terbatas Jamsostek menegaskan para pekerja sektor swasta akan mempunyai hak untuk mendapatkan program pensiun dari perusahaannya seiring dengan pemberlakuan program Jaminan Pensiun oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada tahun2014.

     Kepala Divisi Kepesertaan PT Jamsostek (Persero) Ilyas Lubis pada acara Jamsostek Award 2013 di Surabaya, Selasa, mengatakan bahwa Jaminan Pensiun merupakan pengganti dari program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang sudah tidak lagi ditangani oleh Jamsostek setelah bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan.
"Dari empat program lama, hanya JPK yang dihilangkan karena kesehatan akan ditangani langsung oleh BPJS Kesehatan. Tiga program lain, yakni 

1. Jaminan Kematian (JKM)
2. Jaminan Hari Tua (JHT),
3. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) masih ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Kendati BPJS Ketenagakerjaan mulai beroperasi per 1 Januari 2014, lanjut Ilyas, tetapi untuk program Jaminan Pensiun rencananya diselenggarakan paling lambat enam bulan kemudian atau awal Juli 2014.

"Jadi, nantinya pekerja di sektor swasta akan mendapatkan program pensiun seperti halnya yang selama ini diperoleh para PNS (pegawai negeri sipil) di instansi pemerintahan," tambahnya.

Menurut ia, perubahan lain yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan adalah pelayanan klaim JKK yang lebih maksimal kepada peserta, dari sebelumnya hanya empat kali klaim menjadi tanpa batas hingga pekerja yang mengalami kecelakaan kerja sembuh total.

"Ke depan, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal kepada para peserta dalam semua program," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ilyas Lubis memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah daerah dan perusahaan di Jatim yang telah menjalankan program Jamsostek sesuai dengan amanah undang-undang.

Jamsostek Award 2013 kategori pemerintah daerah se-Jatim diberikan kepada Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri dan Kabupaten Magetan, sedangkan kategori perusahaan diterima PT Platinum Ceramics Industry, PDAM Kabupaten Tuban dan KUD Tani Bahagia Mojokerto.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dalam sambutannya berharap pemberian penghargaan dari Jamsostek kepada pemkab/pemkot dan perusahaan mampu mendorong jumlah kepesertaan, baik di sektor formal maupun informal.

Hingga saat ini, jumlah peserta aktif program Jamsostek yang tercatat di Kantor Wilayah Jatim, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa) dari sektor formal lebih kurang 1,3 juta pekerja yang berasal dari 21.300 perusahaan.

Secara nasional seperti disampaikan oleh Direktur Kepesertaan Jamsostek Junaedi saat acara sosialisasi di kampus Unair Surabaya belum lama ini, jumlah peserta hingga akhir November sekitar 15,9 juta pekerja, dengan 11,9 juta di antaranya merupakan peserta aktif.

"Setelah bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan, saya berharap pelayanan menjadi lebih baik dan jumlah kepesertaan juga terus meningkat," kata Saifullah Yusuf.(*)